Abba - Chiquitita
Salah satu lagu lama koleksi bapak yang oke juga :))
Salah satu lagu lama koleksi bapak yang oke juga :))
Suluk Jebeng ini karya Sunan Bonang
Ditulis dalam tembang Dhandhanggula dan dimulai dengan perbincangan mengenai wujud manusia sebagai khalifah Tuhan di bumi dan bahwasanya manusia itu dicipta menyerupai gambaran-Nya (mehjumbh dinulu). Hakekat diri yang sejati ini mesti dikenal supaya perilaku dan amal perubuatan seseorang di dunia mencerminkan kebenaran. Persatuan manusia dengan Tuhan diumpamakan sebagai gema dengan suara. Manusia harus mengenal suksma (ruh) yang berada di dalam tubuhnya. Ruh di dalam tubuh seperti api yang tak kelihatan. Yang nampak hanyalah bara, sinar, nyala, panas dan asapnya. Ruh dihubungkan dengan wujud tersembunyi, yang pemunculan dan kelenyapannya tidak mudah diketahui. Ujar Sunan Bonang:
Puncak ilmu yang sempurna
Seperti api berkobar
Hanya bara dan nyalanya
Hanya kilatan cahaya
Hanya asapnya kelihatan
Ketauilah wujud sebelum api menyala
Dan sesudah api padam
Karena serba diliputi rahasia
Menu sarapan pagi ini adalah pisang coklat keju buatan sendiri. Hanya sekedar iseng-iseng buat hanya untuk mengganjal perut yg lapar :). Ternyata rasanya uuueeeenaaak tenan :)) *bikin sendiri muji sendiri*
SELAMAT MENIKMATISeharian kemarin dunia persilatan internet digemparkan oleh google. Ya, karena ulah google yang menampilkan keburukan sby ketika mengetik kata kunci kebaikan sby. Silakan lihat sumber ini. Apakah ini karena saat itu google sedang galau atau labil sehingga dia tidak bisa menampilkan hasil yang diinginkan. Apakah si google ini ketularan sifat orang yang dicari tersebut sehingga sering ragu dan bimbang mengambil sikap. Apakah ini rekayasa? ya tak taulah... aku tak mengerti dengan itu.
Terlepas dari hal tersebut pagi ini saya mencoba mencari kata kunci kehebatan arsenal yang keluar adalah benar tentang kehebatan arsenal. Ternyata Google masih satu perasaan denganku yang masih mendukung arsenal.
Mengapa arsenal? ya karena saya adalah salah satu penggemar klub liga inggris tersebut. Saya sudah mengagumi arsenal sejak kelas 4 SD sampai sekarang. Karena kekaguman terhadap arsenal dan google maka saya mengganti latar google dengan lambang arsenal. Google for arsenal. Apapun yang terjadi pada arsenal saya akan tetap mendukungnya karena saya takkan pindah kelain hati (klub) selain arsenal :D Ini hanyalah ungkapan coretan pribadi saya tentang arsenal dan berharap arsenal mampu mengakhiri puasa juara di tahun ini. SEMOGA :DIni kucing titipan dari teman saya yang memelihara sekaligus menjual kucing persianya. Bila berminat silakan hubungi 085643567202, facebook atau bisa lihat lebiih detailnya di blognya bila ingin melihat koleksinya secara langsung silakan berkunjung ke Jalan Urip Sumoharjo No.33A, Bejen, Bantul, Yogyakarta. 55711. Selain menjual kucing dia juga menerima jasa pemacakan (pengawinan kucing). Monggo monggo dipilih...dipilih :)
Sering kita dengar syair-syair pujian yang didendangkan di mushola, langgar atau masjid bisanya didendangkan bersama-sama pada waktu subuh, dzuhur, ashar, magrib dan isya' untuk menunggu jamaah. Syair pujian tersebut tentu saja berbuansa keagamaan. Ada yang dinyanyikan dengan bahasa arab ada pula dinyanyikan dengan bahasa daerah.
Orang mengenal puji-pujian ini disebarkan oleh walisongo yaitu wali-wali yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Walisongo menyebarkan agama Islam dengan cara persuasif yang bersifat kemasyarakatan sesuai dengan adat budaya masyarakat waktu itu sehingga banyak masyarakat yang tertarik dengan hal itu. Lalu apakah suluk tersebut?
Suluk merupakan salah satu karya sastra yang diciptakan oleh Sunan Bonang. Suluk berasal dari kata arab "salakattariiqa" yang artinya menempuh jalan (tasawuf) tariqot. Toriqot sendiri artinya jalan yaitu sebuah jalan menuju sebuah kebenaran yg haq. Sebagian masyarakat (yang mengenal toriqot) mengatakan bahwa teks puji-pujian diciptakan oleh para pemimpin tariqot dan Syekh Abdul Qodir Al Jailani. Ilmu suluk ini biasanya disampaikan dengan sekar atau tembang. Sedangkan bila disampaikan secara biasa dalam bentuk prosa disebut wirid. Salah satu suluk wragul dari sunan Bonang yang terkenal adalah Dhandanggula. Sunan Giri juga menciptakan tembang suluk Asmaradana dan Pucung. Beiau juga menciptakan tembang-tembang dolanan anak-anak yang didalamnya diberi unsur keislaman, misalnya jamuran, cublak-cublak suweng, jithungan dan delikan.
Puji-pujian atau suluk berisi tentang sholawat, doa-doa mustajabah dan petuah-petuah hidup. Puji-pujian ini kental dengan nuansa ajaran tasawuf.
Salah satu contoh suluk dalam tembang "Tombo Ati"
Tombo ati iku limo sak wernane (obat hati itu ada lima macamnya)
Kaping pisan moco Qur'an sak maknane (yang pertama membaca Quran dan maknanya)
Kaping pindho sholat wengi lakonono (yang kedua sholat malam dirikanlah)
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono (yang ketiga berkumpullah dengan orang2 sholeh)
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe (yang keempat menahan lapar (puasa))
Kaping limo dzikir suwi ingkang suwe (yang kelima dzikir yang lama)
Tembang pengingat kematian. Tembang yang mengingatkan setiap yang hidup pasti akan mati.
Ilingono para timbalan (Ingatlah jika sudah waktunya dipanggil)
Timbalane ora keno wakilan (Panggilannya tak bisa diwakilkan)
Timbalane kang maha mulya (Panggilan dari Yang Maha Kuasa)
Gelem ora bakal lunga (Mau-tak mau harus pergi)
Lalu dilanjutkan dengan bait syair yang menggambarkan orang-orang di dalam kubur.
Klambine diganti putih (Bajunya diganti putih)
Nek budal ora bisa molih (Jika berangkat tak bisa kembali)
Tumpak ane kereto jowo (Kendaraannya kereta Jawa)
Roda papat rupa menongsa (Beroda empat berupa manusia) Oma e rupa goa (Rumahnya serupa Go’a)
Ora bantal ora keloso (Tak ada bantal ataupun tikar)
Omah e gak nok lawange (Rumahnya tidak ada pintunya)
Turu ijen gak nok rewange (Tidur sendirian tak ada yang menemani)
Inti dari syair pengingat kematian tersebut adalah "secerdik-cerdiknya manusia ialah yang terbanyak ingatannya pada kematian serta terbanyak persiapannya menghadapi kematian itu sendiri. Mereka ituah orang-orang yang benar-benar cerdik dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan akherat" (HR Ibnu Majah dan Ibnu Abiddunya)
yes, asyik dapat gethuk jagung dari tetangga ( saudaranya om @iprasss). Baru kali ini mendapat gethuk yang seperti itu. Rasanya manis karena terbuat dari jagung manis dan orangnya yang makan juga manis :)
Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?” Murid-muridnya menjawab “orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya”. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “MATI“. Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185).
Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?” Murid-muridnya menjawab “negara Cina, bulan, matahari dan bintang-bintang”. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “MASA LALU“. Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan. “Apa yang paling besar di dunia ini?” Murid-muridnya menjawah “gunung, bumi dan matahari”. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “NAFSU” (Al A’Raf 179). Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.Pertanyaan selanjutnya adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?” Ada yang menjawab “besi dan gajah”. Semua jawaban adalah benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah “MEMEGANG AMANAH” (Al Ahzab 72).Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.Pertanyaan yang selanjutnya adalah, “Apa yang paling ringan di dunia ini?“. Ada yang menjawab “kapas, angin, debu dan daun-daunan”. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHALAT.Gara-gara pekerjaan kita meninggalkan shalat, gara-gara aktivitas kita meninggalkan shalat.Dan pertanyaan terahkir adalah, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”. Murid-muridnya menjawab dengan serentak, “pedang”. Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah “LIDAH MANUSIA“. Karena melalui lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.